Enter your keyword

post

Between Art and God

(Antara Seni dan Tuhan) Saat itu usiaku 10 tahun. Aku tinggal di kota kecil. Kemudian datanglah Madona, siswi baru pindahan dari kota besar. Sosoknya cantik sekali. Melebihi cantiknya penyanyi Madonna yang terkenal itu. Aku rasa seluruh siswa di sekolahku akan jatuh cinta melihat sosok Madona. Bila melihat wajahnya, rasanya bergetar seluruh tubuh. Pernah tiba-tiba dia menatapku, rasanya jantung ini mau copot dan seluruh raga lemas lunglai tak bertenaga. Kalau saat itu sudah ada lagu Mulan Jamela yang berjudul Makhluk Tuhan Paling Seksi, mungkin aku akan terus menyanyikannya.

Sekarang aku sudah tidak memikirkan sosok Madona. Itu hanya sensasi masa kecil. Aku sudah melanglang buana, berpindah-pindah kota bahkan Negara. Begitu banyak kecantikan dan keindahan yang aku jumpai. Di situ aku melihat bahwa semua karya Tuhan sesungguhnya sangat indah, ternyata banyak yang melebihi Madona.

Bila kita berbicara tentang seni, tentang keindahan, kenyataannya sang Pencipta mempunyai jiwa seni yang tinggi. Sang Pencipta menciptakan dunia beserta isinya begitu indah. Ia tidak hanya Tuhan yang Maha Besar tapi Tuhan dari keindahan, dari seni. Indahnya fajar mentari, langit yang luas, pegunungan, lautan, indahnya simfoni binatang malam, alunan angin yang membelai dedaunan dan keindahan lainnya yang tidak terhitung.

Seni adalah suatu keindahan yang terkait pada rasa kagum di hati. Belajar seni ataupun musik didahului oleh proses untuk merasakan karya Tuhan, proses untuk menambah rasa kagum atas karya Tuhan. Dulu saya tidak menyadari indahnya sinar matahari, indahnya bintang dan bulan, indahnya suara burung dan dedaunan dan karya cipta Tuhan lainnya. Saat ini saya mulai menyadari semua keindahan itu. Karya terbaik! Menikmati karya Tuhan adalah menikmati karya seni paling hebat.