Enter your keyword

post

Not balok bikin pusing? Ada not angka, tabulasi atau tanpa pakai not

Sebelumnya kami mengucapkan salam damai dulu bagi guru-guru dan maestro musik yang tentu saja menggunakan not balok dalam berkegiatan di dunia musik. Artikel ini hanya mencoba menyampaikan, ‘belajarlah musik dengan cara apa saja, yang penting bagaimana hasil belajarmu dapat mencapai tujuan, dapat bermanfaat dan tercipta musik yang indah, yang kereeen!’

Bagaimana musisi buta seperti Stevie Wonder menciptakan karya-karyanya? Pertanyaan ini bisa dilewati 😉

Banyak kalangan pendidik musik menyatakan bahwa belajar musik ya harus belajar not balok. Kenyataannya tidak demikian, bahkan banyak musisi yang tidak bisa membaca not tetapi menghasilkan karya yang melegenda dan para pengamen yang tidak bisa membaca not tapi bisa memainkan musik dengan indah, jujur dan tampak bahagia.

Baca juga: Ala pengamen atau ala sekolahan?

Kalau kita lihat dari metode belajarnya tampak:

  • Musisi pop kebanyakan atau para pengamen dijalan:
    belajar dengan melihat, mendengar dan merasa
  • Orang yang mengikuti sekolah/kursus musik:
    Belajar dengan dominan memakai notasi

Fakta lain, bahwa musisi-musisi terkenal berikut (dan begitu banyak musisi lainnya) tidak bisa membaca notasi*:

  • Beatles (John Lennon dkk)**
  • Elvis Presley
  • Michael Jackson
  • Lionel Ritchie
  • Jimi Hendrix
  • Eric Clapton
  • Slash
  • James Hetfield
  • Dave Mustaine
  • Eddie Van Halen

Sementara kalau Indonesia seperti:

  • Melly Goeslaw
  • Titiek Puspa

*Tentu nama-nama ini hanya sebagian kecil saja. Kami sendiri merasakan sering menciptakan komposisi musik tanpa melibatkan penguasaan menulis dan membaca notasi, hanya mengandalkan alat rekam dan ini dilakukan hampir seluruh rekan -rekan musisi kami, bahkan salah satu sahabat kami bisa menciptakan berbagai komposisi musik hebat dan indah dengan musik lengkapnya, ada gitar, drum, piano, biola dan lain-lain (sementara ia juga bernyanyi), walaupun dia hanya bisa bermain musik gitar ala kadarnya (standar) saja dan tidak bisa membaca notasi.

**https://www.quora.com/If-the-Beatles-couldnt-read-musik-how-did-they-write-down-the-songs-and-notes-they-composed-for-them-to-remember-and-for-others-to-play

Jadi buat apa membaca dan menulis notasi?

Layaknya berkirim salinan surat ke banyak teman dan menyimpan surat aslinya, notasi diperlukan untuk menyampaikan sesuatu ke banyak orang dan menyimpan aslinya (dalam hal ini komposisi musik) dalam bentuk not. Kita tidak bisa mengajarkan suatu komposisi musik ke sejuta orang dalam waktu yang singkat (apa ada yang mau juga bila dikasih waktu banyak?), nah notasi musik adalah solusi untuk ini.
Notasi banyak digunakan dalam pendidikan musik dan menyusun komposisi orchestra atau big band (group musik besar). Sementara band-band pop seperti Beatles contohnya, mereka menciptakan sesuatu tidak berdasarkan kemampuan notasi musik tapi kemampuan akor, perasaan, imajinasi dan kreatifitas.
Jaman sekarang, berbagai program komputer dan aplikasi untuk penulisan notasi sudah banyak tersebar. Jadi tentukan tujuanmu belajar musik, berbagai cara belajar musik dapat dilakukan. Yang lebih penting adalah imajinasi dan kreatifitas serta tentu saja manfaat positif hasil dari proses belajar itu sendiri.

WhatsApp Support
Admin MRE siap menjelaskan kepada Anda.
Ada Pertanyaan?